GARAM RANGKAP DAN KOMPLEKS TEMBAGA
Tembaga membentuk senyawa dengan tingkat oksidasi +1 dan +2 namun hanya tembaga (II) yang stabil dan mendominasi dalam larutan air. Dalam larutan air hampir semua garam tembaga (II) berwarna biru yang karakteristik dari warna ion kompleks koordinasi 6, [Cu(H2O)6]2-. Kekecualian yang terkenal yaitu tembaga II klorida yang berwarna kehijauan oleh karena ion kompleks [CuCl4]2- yang mempunyai bangun geometri dasar tetrahedral atau bujur sangkar bergantung pada kation pasangannya. Dalam larutan encer ia menjadi berwarna biru oleh karena pendesakan ligan Cl- dan ligan H2O. Oleh karena itu, jika warna hijau ingin dipertahankan, ke dalam larutan pekat CuCl2 dalam air ditambahkan ion senama Cl- dengan penambahan padatan NaCl atau HCl pekat atau gas.
[CuCl4]2- (aq) + 6H2O (l) → [Cu(H2O)6]2- (aq) + 4Cl- (aq)
Jika larutan amonia ditambahkan ke dalam larutan ion Cu2+, larutan biru berubah menjadi biru tua karena terjadinya pendesakan ligan air oleh ligan amonia menurut reaksi
[Cu(H2O)6]2+ (aq) + 5 NH2 (aq) → [Cu(NH3)(4-5)]2+ + 5H2O
biru biru tua
Reaksi
antara ion Cu2+ dengan OH- pada berbagai konsentrasi
bergantung pada metodenya. Penambahan ion hidroksida ke dalam larutan tembaga
(II) sulfat (0,1 – 0,5), secara bertetes dengan kecepatan 1 ml/menit
mengakibatkan terjadinya endapan gelatin biru muda tembaga (II) hidroksi
sulfat, [CuSO4nCu(OH)]2 bukan Cu(OH)2 menurut
persamaan reaksi:
(n+1)[Cu(H2O)6]2+
(aq) + SO4 (aq) + 2n OH- (aq) ®[CuSO4 nCu(OH)12(s) + 6(n+1)H2O(l)
Biru
muda
Reaksi
pengendapan terjadi sempurna pada pH = 8 dan nilai n bervariasi bergantung pada
temperatur reaksi dan laju penambahan reaktan, sebagai contoh denngab laju
penambahan reaksi -1 ml/menit, reaksi tersebut menghasilkan CuSO4 3Cu(OH)2 jika reaksi berlangsung pada 20oC
dan CuSO4 4Cu(OH)2 pada 24oC. (Sugiyarto, 2003).
Pembuatan Garam
Rangkap Kupri Ammonium Sulfat CuSO4 (NH4)2 SO4
. 6 H2O
Pembuatan garam rangkap
kupri ammonium sulfat, dengan melarutkan Kristal CuSO4.5H2O
dan Kristal (NH4)2 SO4 dalam aquadest
menghasilkan larutan yang berwarna biru muda. Lalu dipanaskan agar kristal
dapat melarut dan proses reaksi dapat dipercepat akibat pemanasan. Larutan
dibiarkan menjadi dingin pada suhu kamar sampai terbentuk kristal. Kemudian
kristal disaring untuk memisahkan kristal dari larutannya. Kristal yang
diperoleh dikeringkan agar air yang masih ada pada kristal menguap sehingga
diperoleh kristal yang betul-betul kering. Setelah ditimbang, diperoleh berat
kristal 6,1 gram.
Adapun reaksinya:
CuSO4 5 H2O +
(NH4)2 SO4 + H2O ® CuSO4
(NH4)2 SO4 . 6 H2O
Dari hasil reaksi di
atas terlihat bahwa terbentuk garam kupri ammonium sulfat, CuSO4 (NH4)2
SO4 . 6 H2O apabila yang merupakan garam rangkap, karena
garam rangkap dibentuk apabila dua garam mengkristal bersama-sama dengan
perbandingan molekul tertentu. Garam-garam itu memiliki struktur sendiri dan
tidak harus sama dengan struktur garam komponennya. Dari hasil analisis data
diperoleh rendemen sebesar 76 %. Dari hasil rendemen dapat diketahui bahwa
masih ada Kristal yang belum terbentuk.
Pembuatan Garam
Kompleks Tetrammincopper (II) Sulfat Monohidrat Cu(NH3)4SO4.H2O
Pada pembuatan garam ini, larutan ammonia yang
berfungsi sebagai penyedia ligan, dengan Kristal CuSO4.5H2O
yang berfungsi sebagai penyedia atom pusat, diencerkan dengan aquadest dimana H2O
ini sebagai pengkompleks Cu2+ yang kemudian ligan H2O ini
diganti oleh NH3 karena NH3 sebagai ligan kuat yang dapat
mendesak ligan netral H2O sehingga warnanya berubah dari biru menjadi
biru tua. Ditambahkan etil alkohol setetes demi tetes agar alkohol tidak
bercampur dengan larutan melainkan dapat menutupi larutan. Karena jika
tercampur, etil alcohol dapat bereaksi dengan atom pusat Cu2+
membentuk Cu(OH)2. Reaksinya:
Cu2+
+ 2OH- Cu(OH)2
Adapun fungsi etil alcohol yaitu mencegah terjadinya
penguapan pada ammonia, karena apabila ammonia menguap, maka ligan akan habis
sebab ammonia merupakan penyedia ligan. Didinginkan pada es batu agar proses
pembentukan kristal lebih cepat, kemudian disaring untuk memisahkan kristal
dari larutannya. Setelah itu kristal dicuci dengan ammonia hidroksi untuk
mempermantap ligan dan dicuci dengan etil alcohol untuk mengikat air. Kemudian
kristal dikeringkan dan ditimbang diperoleh berat Kristal 4,54 gram. Adapun
reaksinya:
4 NH4OH + CuSO4
5H2O + H2O ® Cu(NH3)4SO4.H2O + 8 H2O
Dari reaksi di atas terlihat bahwa terbentuk garam
kompleks tetrammincopper (II) sulfat monohidrat, Cu(NH3)4SO4.H2O,
kristal berwarna biru tua. Dari hasil analisis data diperoleh rendemen sebesar
97 %. Rendemen yang diperoleh ini sudah cukup baik, karena berarti kristal yang
diperoleh sudah benar-benar kering.
Komentar
Posting Komentar